Selasa, 26 Maret 2013

Pengertian Serta Contoh Majas Sinekdoke

Contoh Majas Sinekdoke
Ada beragam majas yang dikenal dalam tata bahasa. Salah satunya adalah majas Sinekdoke. Secara sederhana, majas sinekdoke dapat diartikan sebagai majas yang menggunakan kata dengan makna yang menunjukan hal lain di luar kata tersebut. Majas sinekdoke ini terbagi atas dua bagian utama yakni majas sinekdoke pars pro tato yakni gaya bahasa atau majas yang menyebutkan sebagian kecil dari sesuatu untuk menyatakan atau mewakilkan secara keseluruhan. Sementara itu jenis majas sinekdoke yang kedua adalah Totem Pro Parte yang menyebutkan keeluruhan untuk menyatakan sebagian. Untuk lebih memahami keduanya, berikut kami sajikan contoh majas sinekdoke baik itu yang pars pro tato dan juga majas totem pro parte.

Contoh majas sinekdoke pars pro tato antara lain sebagai berikut:

“Hari ini saya belum melihat batang hidung Andi, entah kemana ia pergi. Padahal saya membutuhan bantuannya saat ini.” Kata “batang hidung” merupakan unsur “sebagian” yang mewakili keseluruhan tubuh Andi.

“Sebagai seorang sales barang-barang elektronik, ia memilih penjualan dengan gaya pintu ke pintu. Sulit memang tapi katanya hasilnya lebih baik.” Kata “pintu” merupakan unsur sebagian yang mewakili keseluruhan rumah dari pembeli.

Contoh majas sinekdoke totem pro parte antara lain sebagai berikut:

“Indonesia berkompetisi melawan Thailand besok siang, jangan sampai terlewatkan.” Kata “Indonesia” juga “Thailand” menunjuk pada keseluruhan rakyat kedua Negara tersebut meski pada faktanya yang bermain tentu hanya beberapa atlet yang berasal dari Negara tersebut. Hal ini menujukkan pola keselurhan yang menyatakan sebagian.

“Budi yang budiman itu memang idola pemuda”. Kata “pemuda” di sini menujuk semua orang yang berusia muda, meski pada faktanya si Budi ini hanya disukai beberapa pemuda saja.

“Perempuan Korea memang cantik dan rupawan. Tak ada yang meragukan hal tersebut.” Kata “perempuan korea” menunjuk pada seluruh wanita di korea meski pada faktanya tidak semua wanita korea cantik dan rupawan tetapi kata “perempuan korea” ini menunjuk pada sebagian wanita di sana yang cantik.


“Indonesia telah menyetujui kesepakatan mengenai ekspor tebu ke Negara Malaysia.” Kata “Indonesia” ini sini menunjuk pada pemerintah Indonesia, pola ini merupakan keseluruhan yang menyatakan sebagian.

“Anggota legislatif di negeri ini doyan korupsi!” Kata “anggota legislatif” menunjuk pada keseluruhan anggota Dewan perwakilan Rakyat, meski pada faktanya tidak semua dari mereka terbukti koruptor.

“Yogyakarta memang kota yang sangat ramah.” Kata “Yogyakarta” menunjuk pada semua rakyat di kota tersebut meski harus diakui pasti tidak semua manusia di sana ramah pada orang lain.

“Wanita selalu menyukai pria romantic dengan badan atletis.” Kata “wanita” menggambarkan keseluruhan makhluk berjenis kelamin perempuan meski pada faktanya yang dimaksud adalah sebagian, sebab tidak mungkin semua wanita di bumi ini menyukai tipe pria yang sama, bukan?

Mengenal Pengertian Serta Contoh Majas Alegori

contoh majas alegori
Majas merupakan gaya bertutur yang tak biasa. Majas kadang kala diartikan sebagai sebuah gaya bahasa. Hal ini tidak keliru, namun para pakar banyak yang menyatakan bahwa majas hal yang berbeda dari gaya bahasa. Terlepas dari polemik tersebut, majas telah dibagi ke dalam beberapa jenis yang didasarkan pada pola-pola pembentukannya. Salah satunya adalah majas alegori. Majas yang satu ini dimasukkan ke dalam kemlompok majas perbandingan sebab seseorang yang menggunakan majas alegori ini memang bertutur dengan cara membandingkan. Agar lebih jelas, berikut pengertian serta contoh majas alegori yang diurai sebagai berikut.

Pengertian Majas Alegori

Sebelum mengurai contoh majas alegori, penting untuk mengetahu pengertian majas ini sendiri. Majas alegori secara sederhana diartikan sebagai jenis bertutur dengan cara menggambarkan atau mengiaskan sesuatu melalui karakter alam atau apa yang ada di alam. Contoh majas alegori ini antara lain sebagai berikut.


Kehidupan manusia itu layaknya sebuah sungai yang dialiri air. Sebelum mencapai muara dan bertemu air laut, air tersebut harus melewati ragam tempat. Ia bisa menyusuri tebing-tebing, bahkan terkadang jurang. Air sungai tak pernah melawan arus, ia mengalir apa adanya hingga ia pada akhirnya tiba pada muara dimana ia akan lebur menjadi air laut.

Pada contoh majas alegori tersebut di atas, sang penutur hendak menyatakan bahawa hidup sebagai seorang manusia memang tidaklah mudah, kita bisa saja bertemu dengan banyak hal yang tak menyenangkan, tapi sama seperti air sungai kita tak harus melawan. Membiarkan nasib membawa kita adalah hal yang ingin disampaikan oleh penutur dengan menggunakan kiasan “air sungai tak pernah melawan arus yang membawanya kemana saja, baik itu tebing atau jurang sekalipun.” Hidup akan selalu ada muaranya berarti bahwa hidup manusia akan selalu ada akhirnya, dan akhir yang bahagia sama seperti air sungai yang kemudian menjadi air laut.

Contoh majas alegori lainnya sebagai berikut:

Menikah itu seperti mengarungi bahtera rapuh di tengah lautan yang penuh akan riak ombak dan hal menegangkan lainnya. Jika kita tak berhati-hari, bisa salah arah dan tak tahu jalan pulang. Atau, jika kurang kuat, kapal bisa saja hancur lebih diterjang ombak ganas di laut. Menguatkan kapal dan memperbaharui kualitas nahkoda adalah jalan terbaik untuk bertahan.

Pada contoh majas alegori di atas, sanga penutur hendak mengatakan bahwa pernikahan bukanlah hal yang selalu bertemu dengan kebahagian. Ada banyak cobaan yang bisa saja menggoyahkan pernikahan tersebut. Memperbaharui komitmen dan menguatkan diri adalah salah satu cara untuk melanggengkan pernikahan hingga maut menjelang. Kiasan ombak di lautan tersebut mengacu pada cobaan yang menghadang. Ganas namun tetap bisa ditaklukkan jika kita berusaha.

Mengenal Berbagai Contoh Majas Paradoks

Contoh Majas Paradoks
Majas banyak digunakan baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tulisan. Ada banyak jenis majas yang secara umum dibagi ke dalam 4 kelompok yakni: majas penegasan, majas perbandingan, majas sindiran, dan terakhir majas pertentangan. Masing-masing kelompok majas ini memiliki subjenis majas. Salah satu subjenis majas yang paling sering digunakan adalah majas paradoks. Majas ini dikategorikan ke dalam kelompok majas pertentangan. Apa yang dimaksud dengan majas paradoks? Secara sederhana, majas ini merupakan gaya bahasa yang menggunakan dua hal yang berlawanan namun benar. Paradoks merupakan opini atau argumen yang bersilangan dengan apa yang dianggap secara umum oleh orang-orang. Disebut paradoks sebab di satu sisi salah namun di sisi lainnya benar adanya. Di dalam kalimat yang menggunakan majas paradoks ada dua gagasan, dimana yang satunya mengherankan namun yang kedia memberikan kebenaran yang tak bisa dibantah. Meski maknanya bersifat oposisi namun hal ini dipahami sebagai hal yang benar. Untuk memahami jenis majas yang satu ini, berikut kami berikan contoh majas paradoks yang kiranya bisa memberi Anda pemahaman yang lebih mendalam.

Contoh majas paradoks yang pertama:


"Walaupun hatinya panas namun kepalanga harus tetap dingin agar masalah ini bisa terselesaikan dengan benar dan tidak melebar kemana-mana."

Pada kalimat di atas, dalam kalimat tersebut terdapat kata panas dan dingin. Hati dan kepala menunjuk pada satu orang. Di dalam dirinya terdapat dua hal yang oposisi yakni hati yang panas namun kepala yang dingin. Hal inilah yang dikenal dengan gaya bertutur a la majas paradoks.

Contoh majas paradoks lainnya adalah:

Si Ricky itu badannya saja yang besar dan atletis, tapi sebenarnya nyalinya kecil!

Pada contoh majas paradoks di atas, kita menemukan dua kata yang berlawanan dalam satu kalimat yakni “besar dan kecil”. Dia menunjuk pada satu orang yang badannya besar tetapi kecil nyalinya. Hal ini adalah salah satu majas paradoks.

Untuk pamahaman yang lebih jauh, berikut kami berikan contoh majas paradoks lainnya:
  1. Jika kita memperhatikan secara seksama, mata Andi terlihat sunyi tetapi mulutnya ribut betul.
  2. Entah kenapa aku selalu merasa sangat sendiri di tempat yang ramai seperti Jakarta ini.
  3. Perangainya liar tetapi wajahnya terlihat santun.
  4. Meskipun otaknya berpikir cepat tapi tindakannya sangat lambat.
  5. Dalam kasus korupsi tersebut ia terjatuh ke atas dan membuat ia bebas dari ancaman hukuman penjara 5 tahun lamanya.
  6. Andita selalu terlihat tersenyum meskipun hatinya meringis meratapi kekasihnya yang pergi sejak setahun yang lalu.
  7. Cintanya tulus walaupun ia juga menginginkan balasan.
  8. Memang ia artis yang sangat populer dan menjadi idola remaja, wajahnya putih mulus tetapi hatinya hitam!

Senin, 25 Maret 2013

14 Contoh Majas Hiperbola

Contoh Majas Hiperbola
Mungkin banyak di antara kita yang sangat familiar dengan istilah “hiperbola” atau “hiperbolis”. Biasanya istilah ini kita lekatkan pada kawan atau kerabat yang tingkah lakunya berlebihan. Dalam ilmu tata bahasa, istilah hiperbola juga dikenal cukup populer. Ia merupakan nama majas yang cukup umum dijumpai penggunaannya baik itu pada karya fiksi maupun non-fiksi. Majas hiperbola merupakan ungkapan yang “Hyper” atau dibesar-besarkan, dilebih-lebihkan, dengan tujuan atau maksud untuk mendapatkan kesan tertentu. Pada artikel ini akan diberikan beberapa contoh majas hiperbola agar Anda bisa memahami pola yang terbentuk.

Sebelum mengurai contoh majas hiperbola tersebut, perlu kiranya untuk meneliti penggunaan kata dalam kalimat yang menggunakan majas hiperbola. Para pakar menyatakan bahwa dalam majas hiperbola terdapat dua kata atau dalam bentuk lain yang merupakan penanda. Biasanya kata pertama tersembunyi atau implisit sedangkan kata kedua akan menggantikan kata pertama yakni sebuah bentuk kata yang memiliki makna yang jauh melebihi makna kata pertama yang digantikannya. Kadang, kata pertama tersebut muncul secara jelas bersama kata kedua akan tetapi lebih sering juga tersembunyi.


Dalam pola pembentukannya, terkadang majas hiperbola mengambil proses pembentukan majas lainnya seperti majas perumpamaan simile, metafora dan majas lainnya. Akan teta[I dalam hiperbola, hal yang paling penting adalah intensitas makna yang terkesan dilebihkan. Berikut beberapa contoh majas hiperbola yang terdapat dalam kalimat:
  1. Dengan suara yang menggelegar, ia berkata pada anak-anak nakal itu “Pergi kalian dari tempat ini!!”. Kata menggelegar mewakili suara manusia yang impilist atau tersembunyi. Meski tidak ada, namun siapapun tahu yang diwakili kata menggelegar adalah suara manusia. Meggelegar biasanya merupakan suara halilintar dan bukan manusia. Untuk mendapatkan makna yang lebih tinggi, maka kata gelegar dipakai di kalimat tersebut.
  2. Sudah lima tahun lamanya kekasihku pergi entah kemana, namun sedetik pun wajahnya tak pernah lenyap dari pikiran juga ingatanku.
  3. Rania berlari secepat kilat demi menghindari keterlambatan ke sekolah, hari ini ada ulangan kelas, ia harus bergegas!
  4. Kuman yang ada di seberang lautan nampak di matanya sedangkan gajah yang nongkrong di pelupuk matanya tak ia perhatikan.
  5. Gedung-gedung megah di kota metropolitan ini mencapai langit biru.
  6. Negeri ini akan runtuh jika ada banyak orang kikir seperti Anda.
  7. Isu kenaikan harga bahan bakar telah menenggelamkan isu lainnya dalam samudera.
  8. Gemuruh rasa di dadanya tak bisa ditahan lagi.
  9. Kesedihannya telah memuncak dan membuat ia tak sanggup lagi bernapas.
  10. Cinta menyetrum kedua anak muda itu sehingga mereka kehilangan kendali.
  11. Tangan beton dan semangat bajanya telah menjadikan ia pribadi yang sukses dalam hal harta.
  12. Hati emasnya membuat ia banyak disayangi ibu-ibu di kompleks perumahan ini.
  13. Wajahnya teduhnya menghangatkan hati semua orang yang memandangnya.
  14. Perangainya buas, tak heran jika banyak yang menjauhinya.
Masih ada banyak contoh majas hiperbola lainnya yang bisa ditemukan baik pada itu pada novel, roman, cerpen, cerbung, puisi dan juga buku non-fiksi lainnya. Majas ini termasuk jenis majas yang paling populer dan banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari terutama dalam hal berbahasa.

Contoh Majas Personifikasi Terlengkap!

Contoh Majas Personifikasi
Secara sederhana, majas personifikasi diartikan sebagai majas yang menampilkan tanaman/tumbuhan, binatang, makhluk hidup lainnya juga benda-benda lainnya sebagai manusia, atau memiliki sidat dan perilaku seperti manusia. Bagi beberapa pakar linguistik, majas ini dimasukkan ke dalam kelompok majas metafora yang membandingkan dua hal dengans sifat yang serupa. Majas personifikasi ini merupakan kebalikan atau lawan dari majas depersonifikasi dimana manusia digambarkan memiliki sifat binatang, tumbuhan serta benda mati lainnya. Contoh majas personifikasi cukup banyak dan bisa Anda jumpai baik itu dalam buku fiksi dan juga non-fiksi. Jika Anda sedang mencari contoh majas personifikasi tersebut, silahkan simak contoh yang kami berikan berikut ini, dan kemudian susun kalimat dengan majas personifikasi milik Anda sendiri.

Contoh Majas personifikasi
dalam kalimat antara lain:

  1. Angin membelai wajah Rani yang sedang tertidur pulas di bale-bale.
  2. Matahari sedang cemberut, karena itu langit mendung tidak ceria.
  3. Hujan memeluk mereka yang sedang bersedih dan menyembunyikan air mata di pipi mereka melalui tetesnya yang syahdu.
  4. Jalanan menggila dan menyodorkan mereka penat, terutama di jam-jam macet yang menggila.
  5. Bulan menjanjikan keteduhan hati bagi mereka yang sedang mencinta.
  6. Mobil begitu ribut dan berebut jalan terutama di jam pulang kantor.
  7. Televisi menyajikan sarapan berita setiap harinya, baik itu berita buruk maupun baik.
  8. Bunga sakura menggelitik mataku dengan warna mereka yang cerah dan hangat.
  9. Tanah merindukan setiap manusia, saat kita hidup kita menginjakknya, tetapi kelak kita akan lebur di dalamnya.
  10. Ada banyak puisi yang memeluk mereka yang sedang patah hati.
  11. Lirik lagu itu menembak ulu hatiku.
  12. Badai berjalan-jalan di tanah yang datar dan membuat semuanya berantakan, porak-poranda!
Contoh Majas personifikasi dalam paragraf, sebagai berikut:

Matahari bangun terlalu pagi, rasanya aku tertidur baru beberapa menit. Teriknya menggelitik wajahku melalui sela-sela jendela. Pelukan hangatnya membuat kantukku hilang. Aku bergegas mengambil handuk dan menghambur ke dalam kamar madi. Aku harus bergegas. Hari ini aku memiliki banyak janji dengan klien. Dan mereka pasti tak akan mendengar ocehanku soal keterlambatan. Tak ada alasan yang benar-benar masuk akal bagi mereka. Celakanya, saat mendakwa satu orang “jam karet”, seluruh warga Indonesia akan didakwa demikian. Iya, mereka memang pengusaha berlabel WNA. Mereka manusia jam yang kaku pada waktu. Jadi, jangan harap ada maklumat untuk mereka yang telat.

Contoh majas personifikasi pada paragraph di atas terlihat jelas pada kalimat “Matahari bangun terlalu pagi.” Kata “bangun” merupakan sifat atau perilaku manusia yang dilekatkan pada matahari yang sebenarnya mengacu pada kata terbit. Majas personifikasi lainnya terlihat jelas pada kalimat “Teriknya menggelitik wajahku”. Terik itu cahaya dan “menggelitik” adalah kemampuan yang dimiliki manusia bukan cahaya yang merupakan benda mati.

Mengenal Majas Metafora Dan Contohnya

majas metafora
Majas metafora merupakan majas perbandingan yang memposiskan dua hal menjadi sama atau sebanding sebab keduanya memiliki sifat yang hampir serupa. Banyak pakar linguistik yang menobatkan majas metafora sebagai “ratu”-nya majas. Hal ini diberikan dengan alasan proses pembentukan majas metafora ini mampu mencakup juga proses pembentukan beberapa majas lainnya. Dengan demikian, jika dikategorikan, maka majas metafora merupakan kelas dan di bawahnya terdapat majas subkelas lainnya. Menurut pakar bernama Kerbat Orrechioni, jika dilihat dari bentuknya maka majas metafora bisa dibagi ke dalam dua bagian.

Pertama adalah majas metafora in prasetia yakni majas yang memiliki sifat eksplisit. Contohnya adalah : “Andi adalah lintah darat”. Kalimat ini mengandung majas metafora yang disebut juga asimilasi. Coba bandingkan dengan kalimat “Andi seperti buaya darat.” Pada kalimat kedua kita mengambil kesimpulan bahwa keseluruhan sifat Andi sama seperti lintah darat dan pada kalimat pertama, Andi disebutkan memiliki sifat yang sebagian mirip dengan lintah darat.
Jenis majas metafora lainnya adalah in absentia, adalah majas yang dibentuk dengan dasar penyimpangan makna. Layaknya pada majas simile, bagian metafora yang satu ini memiliki dua kata yang pemaknaannya dibandingkan. Akan tetapi, pemaknaan tersebut bersifat implicit. Contohnya misalnya: “Ada banyak lelaki muda yang berhasrat mempersunting mawar di desa ini.” Mengapa implisit? Sebab tidak tidak ada muncul kata yang menunjuk pada “mawar”. Hal ini mengakibatkan orang-orang yang tidak mengenal pemaknaan “mawar” pada kata tersebut akan bingung. Padahal yang dimaksud pada kalimat tersebut adalah “mawar = gadis”.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, banyak pakar tata bahasa yang menganggap majas metafora ini merupakan majas yang paling penting dan kemudian mereka mengelompokkan jenis majas lainnya ke dalam lingkup metafora dengan alasan pembentukannya yang mirip dengan metafora. Dua di antara majas tersebut yang dimasukkan sebagai “keluarga” majas metafora yakni majas personifikasi dan majas depersonifikasi. Alasannya adalah secara semantic kedua majas ini memang sama dengan majas metafora. Majas personifikasi sendiri meruapakan majas yang menggambarkan binatang, tumbuhan atau benda mati mati layaknya (sifat dan tingkah laku) manusia. Contoh majas personifikasi adalah “Nyiur di pantai Kuta melambai-lambai seolah menari.” atau “Matahari merangkak perlahan menuju langit dan menghangatkan seluruh bumi.”. Majas personifikasi tersebut juga pada faktanya merupakan pengandaian dengan menggantikan sifat benda mati dengan manusia. Melambai merupakan sifat manusia yang bermakna bahwa nyiur tersebut bergerak-gerak.

Majas lainnya yang masuk ke dalam kelompok majas metafora adalah depersonifikasi. Majas yang satu ini menggambarkan manusia sebagai binatag, tumbuhan dan benda lainnya. Secara sederhana, depersonifikasi merupakan lawa dari personifikasi. Adapun contoh dari majas depersonifikasi ini adalah “Aku tak suka melihat kamu mematung.” Kata “aku” menunjuk pada manusia sedangkan kata “mematung” merupakan sifat benda mati. Contoh lainnya adalah “Dia menjengkelkan, dia benar-benar bunglon tak tahu diri.” dan masih banyak lagi lainnya. Majas metafora bertumpu pada pembandingan hal satu dengan lainnya karena memiliki sifat yang hampir sama. Dengan defenisi ini, jelas kita bisa melihat alasan mengapa kedua majas, baik itu personifikasi dan depersonifikasi, dikelompokkan ke dalam majas metafora.

Sabtu, 23 Maret 2013

Mengenal Pengertian Dan Macam-Macam Majas

Macam-Macam Majas
Sejak dahulu kala, majas telah banyak diteliti oleh mereka para pakar linguistik maupun para sastrawan. Akan tetapi sampai saat ini, mereka belum tiba pada kesimpulan akhir terkait majas ini. Bahkan pengertian majas yang telah disepakati bersama belumlah tiba pada titik yang jelas. Banyak polemik yang tampaknya akan terus berkembang. Banyak yang mengartikan majas sebagai gaya bahasa. Namun hal ini jika ditelaah lebih jauh akan menunjukkan sebuah perbedaan yang signifikan. Majas boleh jadi bagian dari gaya bahasa namun ia secara spesifik berada pada wilayah yang berbeda daripada sekedar dimasukkan sebagai gaya bahasa. Meskipun belum tiba pada kesepakatan, akan tetapi dalam ilmu bahasa, telah dikenal macam-macam majas. Apa saja? Simak uraian berikut.

Pada dasarnya, majas dibagi ke dalam 4 kelompok utama yakni:

  1. Majas Perbandingan
  2. Majas Sindiran
  3. Majas Penegasan
  4. Majas Pertentangan
Masing-masing kelompok majas ini terdiri atas berbagai subjenis majas yang dikelompokkan berdasarkan identifikasi gayanya masing-masing. Adapun macam-macam majas yang masuk ke dalam kelompok majas perbandingan antara lain:

Alegori yakni majas yang menyatakan sesuatu melalui sebuah kiasan atau penggambaran. Misalnya: “Hidup ini bagai sungai yang mengalir. Sebelum bermuara, kita tak tahu apa yang terjadi di sepanjang alurnya.”
  1. Alusio, yakni majas berupa ungkapan yang tidak terselesaikan pada sesuatu yang dimaksud sebab telah diketahui siapa dan apa yang dimaksudkan. Contohnya: “Sudah lama aku tidak melihat batang hidungnya.”
  2. Simile, yakni majas yang membandingkan dengan cara eksplisit. Majas ini gampang dikenali sebab menggunakan kata penghubung contohnya bagaikan, ibarat, umpama, bak dan masih banyak lagi lainnya. Contoh majas ini: “Bak seorang penari, gerak tubuhnya sangat luwes.”
  3. Metafora, yakni majas yang juga membandingkan suatu benda dengan benda lainnya dengan didasarkan pada sifatnya yang serupa. Contohnya: “Cuaca terlihat mendung berlangit abu-abu sebab sang raja siang tidak memunculkan dirinya.”
Masih ada macam-macam majas lainnya yang masuk ke dalam kelompok majas perbandingan antara lain: Majas metonimia, majas aptronim, majas antonomasia, majas hipokorisme, majas hiperbola, majas simbolik, majas eponym, majas fabel, majas litotes, majas asosiasi, majas persinifikasi, majas depersonifikasi, majas pars pro toto, majas totum pro parte, majas eufimisme, majas antropomorfisme, majas disfemisme dan masih banyak lagi lainnya.

Sementara itu, macam-macam majas yang masuk ke dalam kelompok majas sindiran antara lain:
  1. Majas ironi, yakni majas yang menyindir dengan menyatakan kebalikan dari fakta yang ada. Misalnya: “Kulitmu begitu putih serupa mayat.”
  2. Majas Sarkasme, yakni majas yang menyindir secara langsung dan lebih kasar. Misalnya: “Kamu dikenal sebagai pribadi yang pintar, lantas kenapa harus bertanya lagi padaku?”.
Majas lainnya yang masuk ke dalam kelompok majas sindiran ini antara lain: majas sinisme, majas satire, majas innuendo.

Adapun macam-macam majas yang masuk ke dalam kelompok majas penegasan antara lain:
  1. Majas apofasis yakni menegaskan dengan cara yang seolah menyangkal.
  2. Majas pleonasme, yakni majas yang menambahkan sejumlah keterangan pada sebuah pernyataan yang sebenarnya sudah jelas.
  3. Repetisi, yakni majas yang mengulang kata atau frase dalam satu kalimat.
  4. Majas pararima, yakni mengulang konsonan baik pada akhir maupun awalan dalam sebuah kata.
  5. Majas koreksio, yakni merupaka majas yang menyajikan hal-hal keliru dengan memaparkan maksud yang sesungguhnya.
  6. Majas asyndeton yakni majas yang menggunakan sebuah pengungkapan tanpa memakai kata penghubung.
  7. Majas aliterasi yakni majas yang menggunakan pengulangan konsonan di awal kata dengan tatanan yang berurut.
  8. Tautologi adalah majas yang mengulang kata dengan menggunakan semua sinonimnya.
  9. Majas sigmatisme adalah kalimat dimana terdapat gaya pengulangan huruf S untuk memperoleh kesan tertentu.
  10. Majas klimaks yakni majas yang memaparkan sebuah pikiran atau suatu hal secara berurutan dari sebuah hal yang sederhana hingga yang kompleks atau klimaks.
  11. Majas alonim adalah majas yang menggunakan berbagai jenis nama untuk menegaskan sesuatu.
  12. dll
Terakhir, macam-macam majas pertentangan antara lain:
  1. Majas paradox yakni majas yang mengungkapkan dengan cara menyatakan dua hal yang dibuat seolah bertentangan namun pada hakekatnya dua hal yang dikemukakan tersebut benar.
  2. Majas oksimoron yakni majas dengan menggunakan paradoks dalam 1 frasa.
  3. Majas antithesis yakni pengungkapan sesuatu dengan memakai kata-kata berlawanan makna dengan yang lain.
  4. Majas kontradiksi interminus yakni sebuah pernyataan yang memiliki sifat penyangkalan dan telah disebutkan pada bagian awal.
  5. Majas anakronisme merupakan ungkapan yang mengandung sebuah ketidaksesuaian antara sebuah peristiwa dengan waktu terjadinya persitiwa tersebut.