Rabu, 27 Maret 2013

Mengidentifikasi Majas Dalam Puisi

Majas Dalam Puisi
Majas atau bahasa merupakan gaya bertutur yang tak biasa. Meski belum ada defenisi yang jelas, namun para pakar bahasa telah sepakat bahwa ada banyak jenis majas dan secara umum dikelompokkan ke dalam 4 pembagian besar: majas perbandingan, majas pertentangan, majas penegasan dan majas sindiran. Sebagai sebuah gaya bahasa, majas ini biasa digunakan dalam keseharian masyarakat dan lebur dalam pembicaraan sehari-hari. Dalam konteks lain, majas juga digunakan dalam berbagai tulisan baik itu non fiksi maupun fiksi. Untuk kelompok fiksi, baik itu cerpen, cerbung, novel, roman atau karya prosa lainnya, sangat mudah mengidentifikasikan majas. Bagaimana dengan puisi? Majas dalam puisi juga hal yang lazim. Hal tersebut karena memang puisi adalahsalah satu karya sastra yang menggunakan hal lain untuk menyatakan maksud. Untuk memahami majas dalam puisi, simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini.


kepalaku: kantor paling sibuk di dunia


engkau tahu? kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana.
tidak mengenal hari minggu atau hari libur nasional.
tidak pula mengenal siang dan malam. tidak mengenal
apa-apa kecuali bekerja, bekerja, bekerja, dan bekerja.

kadang-kadang ingin sekali suatu pagi melihatnya datang
menyodorkan sehelai map berisi surat permohonan cuti.
ingin pergi ke satu tempat yang jauh, mengasingkan diri
beberapa hari di awal desember yang lembab sembari
merayakan hari ulang tahun sendiri. lalu di depan pintu
kantor terpasang sebuah tanda berwarna merah: tutup.

tetapi ia betul-betul seorang pekerja keras.
setiap saat ia berada di kantor. mungkin hendak
menyelesaikan seluruh persoalan waktu yang tidak
pernah mampu selesai itu: tentang masa lampau
yang tersisa di masa sekarang, tentang keinginan
berhenti atau tak berhenti, juga tentang perihal lain
yang sepele namun sungguh rumit buat dijelaskan.

ya, percayalah. kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana:
engkau saja.


Puisi Karya M. Aan Mansyur Tahun 2007

Coba simak lebih detil puisi berjudul “Kepalaku: Kantor Paling Sibuk Di Dunia”. Jika Anda cermat, Anda dengan mudah bisa menemukan sejumlah majas atau gaya bahasa yang digunakan oleh penulisnya, M. Aan Mansyur, penyair dari Makassar. Simak kalimat: “engkau tahu? kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.” Penggalan kalimat ini bisa dimasukkan ke dalam jenis majas asosiasi atau simile.

Simak pula contoh majas dalam puisi berikut ini:

Sajak Kecil Tentang Cinta

mencintai angin harus menjadi siul
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu(mu) harus menjelma aku

- Sapardi Djoko Damono –

Puisi di atas menggunakan majas repetisi yakni mengulang-ulang kata “mencintai” pada setiap barisnya.

Contoh majas dalam puisi lainnya adalah sebagai berikut:

Oh bangsa tercintaku..
Bangsa yang terombang - ambing 
oleh badai politik nasional yang tidak berujung
Membuat bangsaku ini laksana berada di ujung tanduk sebuah kehancuran
Bangsaku..tanah airku..bangsa yang kaya
 namun kurasakan betapa sulitnya mencari sebutir nasi di negeri sendiri ini.

Pada puisi di atas, majas yang digunakan adalah jenis majas metafora.

Untuk contoh majas dalam puisi yang menggunakan personifikasi bisa dilihat sebagai berikut:

Kekasih..
Matahari merangkak ke peraduan
Mungkin ini waktunya kita juga rehat beradu
Cinta menggenapi semua hal yang padu
Mari merapat dan memadu syahdu 
Ada banyak lagi contoh majas dalam puisi. Bahkan menurut pakar bahasa, puisi jauh lebih kaya dengan majas sebab ia memang karya sastra yang mengungkapkan maksud dengan menggunakan perumpamaan lainnya. Berbeda dengan karya prosa yang tidak dipadati oleh majas.

Selasa, 26 Maret 2013

Majas Ironi Beserta Contoh-contohnya

majas irono
Majas secara sederhana diartikan sebagai bagian dari gaya bahasa. Majas ini dibagi kedalam 4 kelompok umum yakni majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan dan majas pertentangan. Salah satu subkelompok majas yang cukup populer digunakan dalam kehidupan berbahasa kita sehari-hari adalah majas ironi. Majas yang satu ini, sama seperti namanya, memang cukup ironis sebab menyajikan dua fakta yang bertolak belakang dalam satu kalimat. Dalam majas ironi, penutur akan menyampaikan sesuatu yang merupakan kebalikan dari apa yang sebenranya ia ingin sampaikan. Ironi ini mengandung antonimi atau lawan/oposisi di antara kedua tataran isi. Dalam majas ironi ini juga terdapat kesenjangan yang sangat kuat di antara makna harfiah dan makna kiasan. Dengan demikian, salah satu ciri utama majas ironi adalah adanya keharusan yang bertumpu pada makna yang dikenal dengan nama inverse semantik.

Jika disimak dari wilayah pemaknaannya, maka majas ironi tidak berbeda dengan majas pertentangan lainnya. hanya saja di dalam kalimat dengan majas ironi terdapat penanda yang menjadi sasaran atau bulan-bulanan yang merupakan konteks utama majas ironi. Oleh karena kehadiran bulan-bulana tersebut sehingga kemudian majas ironi dibedakan dengan jenis majas lainnya. Hal yang meraik lainnya adalah apa bila dalam satu kalimat hanya mengandung ejekan saja, maka ia dipastikan bukan ironi tetapi hanya ejekan saja. Akan tetapi jika terdapat dua hal yakni memuji dengan ejekan maka hal tersebut yang dimaksud dengan majas ironi.


Agar lebih memahami wilayah majas ironi, silahkan simak beberapa contoh yang kami sajikan di bawah ini:
  1. “Wah, pemerintah kita yang sekarang sangat sukses ya. Mereka sukses dalam segala hal termasuk menaikkan harga-harga dan menambah angka kemiskinan di Negara ini.”
  2. “Suaramu saat bernyanyi sangat merdu, seperti kaset kusut.”
  3. “Tubuhnya indah, seperti jalanan yang nyaris tanpa lekukan.”
  4. “Indahnya buku rapormu, dihiasi banyak angka berwarna merah yang memikat mata.”
  5. “Ini masih pagi, baru jam 10. Kenapa kau sudah ada di kantor?”
  6. “Ia seorang professor yang handal, saking pintarnya, aku sampai tidak mengerti satu hal pun yang ia jelaskan di kelas tadi.”
  7. “Mukanya cerah dan putih, sudah mirip mayat.”
  8. “Gaya hidupmu royal sekali belanja sana sini, pasti tabunganmu penuh dengan digit nominal uang ya.”
  9. “Makana ini enak sekali, aku sampai eneg jadinya.”
  10. “Betismu indah, seperti talas bogor.”
  11. “Rumahmu bersih dan rapi sekali, sampai-sampai aku tak mendapatkan satu sudutpun untuk duduk.”
  12. “Dia itu cantik, persis seperti wajah pembantuku yang dungu itu.”
  13. “Duh manisnya kopi ini, gula sedang mahal ya?”
  14. “Wajahmu tampak berkarakter dengan make-up, aku sampai ngeri melihatnya.”
  15. “Kamu ini siswa paling teladan, pulangnya malam terus!”
  16. “Tulisanmu ini sangat bagus dan tidak ada duanya, mirip cakar ayam.”

Apa Itu Majas Perbandingan?

majas perbandingan
Majas banyak diartikan sebagai sebuah gaya dalam berbahasa, meskipun pada hakekatnya gaya bahasa jauh lebih luas ketimbang majas. Ada banyak ragam majas, jumlahnya mencapai puluhan. Namun secara umum majas dikelompokkan ke dalam empat pembagian besar yakni majas perbandingan, majas penegasan, majas sindiran dan majas pertentangan. Pada artikel kali ini kita akan membahas sedikit mengenai majas perbandingan. Apa itu majas perbandingan dan subjenis majas apa sajakah yang tercakup di dalamnya? Untuk mengetahui hal tersebut, silahkan simak uraian berikut ini.

Majas Perbandingan Adalah?


Majas perbandingan merupakan gaya dalam bertutur untuk menyampaikan sebuah maksud dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda namun memiliki cerminan sifat yang kurang lebih sama. Sebenarnya tak ada pengertian baku dari majas ini, hanya saja, jika dilihat dari pola-pola kalimat yang dibentuk maka kesimpulannya ada pada unsur membandingkan tersebut.


Apa Saja Yang Masuk Ke Dalam Majas Perbandingan?


Ada banyak jenis majas yang digolongkan ke dalam kelompok majas perbandingan. Majas yang dimaksud sebagai berikut:
  1. Majas Alegori: yakni majas yang menuturkan maksud pembicaraan dengan menggunakan penggambaran atau kiasan. Contohnya: Karakternya seperti air danau, airnya tidak beriak sehingga susah ditakar kedalamannya.
  2. Majas Alusio: yakni majas yang memakai ungkapan yang walaupun tidak dituntaskan namun semua orang telah memahami maksudnya. Contohnya: Ini hari kedua ia tidak memperlihatkan batang hidungnya.
  3. Majas Simile atau dikenal juga dengan nama majas asosiasi merupakan gaya bahasa yang menuturkan dengan cara membandingkan keadaan yang satu dengan keadaan lain sesuai dengan apa yang hendak ia lukiskan. Contoh majas yang satu ini adalah “Wajahnya kusut bagai benang yang tak bisa diurai lagi>”
  4. Majas Antonomasia, adalah majas yang memakai sifat atau ciri dan gelar seseorang untuk menggantikan dirinya. Misalnya: Si bantet itu belum datang juga!
  5. Majas Metonimia, merupakan gaya bertutur yang memakai merk sebagai pengganti diri seseorang. Misalnya: Ia memakai Honda Jazz jika ke kampus.
  6. Majas Hiperbola, yakni gaya bertutur yang menyatakn sesuatu dengan cara yang sangat berlebihan. Misalnya: Kita berjuang hingga tetesan darah terakhir.
  7. Majas Personifikasi, yakni majas yang melekatkan sifat makhluk hidup pada benda mati. Misalnya: Matahari merangkak perlahan menuju langit.
  8. Majas Dipersonifikasi, merupakan majas kebalikan dari personifikasi. Yakni majas yang melekatkan sifat benda mati pada makhluk hidup. Misalnya: Ia suka sekali mematung.
  9. Majas Sinekdoke (Pars pro toto dan totem pro parte). Majas ini terbagi atas dua bagian, yang pertama adalah majas pars pro tato yakni majas yang menyebutkan sebagian untuk menggambarkan keseluruhan. Misalnya: Saya belum melihat batang hidungnya hari ini. Sementara itu majas totem pro parte adalah gaya bertutur yang menyebutkan keseluruhan untuk menggambarkan sebagian. Misalnya: Mala mini Indonesia akan bertanding dalam kompetisi tinju melawan Malaysia.
  10. Majas Eufimisme, yakni gaya bertutur yang sangat halus untuk menjaga nilai kesopanan agar terhindar dari hal yang melukai pendengarnya. Misalnya: “Anak ibu butuh banyak waktu untuk bisa mengerti.”
  11. Majas Metafora, yakni majas yang membandingkan benda yang satu dengan benda lainnya yang dianggap memiliki kesamaan sifat yang sama. Misalnya: “Jantung hatinya menghilang entah kemana”.

Masih ada banyak subjenis majas lainnya yang dikelompokkan dalam majas perbandingan, misalnya saja majas parable, majas eponym, majas hipokorisme, majas disfemisme, majas sintesia, majas perifrasa, majas litotes dan masih banyak lagi lainnya.

Pengertian Serta Contoh Majas Sinekdoke

Contoh Majas Sinekdoke
Ada beragam majas yang dikenal dalam tata bahasa. Salah satunya adalah majas Sinekdoke. Secara sederhana, majas sinekdoke dapat diartikan sebagai majas yang menggunakan kata dengan makna yang menunjukan hal lain di luar kata tersebut. Majas sinekdoke ini terbagi atas dua bagian utama yakni majas sinekdoke pars pro tato yakni gaya bahasa atau majas yang menyebutkan sebagian kecil dari sesuatu untuk menyatakan atau mewakilkan secara keseluruhan. Sementara itu jenis majas sinekdoke yang kedua adalah Totem Pro Parte yang menyebutkan keeluruhan untuk menyatakan sebagian. Untuk lebih memahami keduanya, berikut kami sajikan contoh majas sinekdoke baik itu yang pars pro tato dan juga majas totem pro parte.

Contoh majas sinekdoke pars pro tato antara lain sebagai berikut:

“Hari ini saya belum melihat batang hidung Andi, entah kemana ia pergi. Padahal saya membutuhan bantuannya saat ini.” Kata “batang hidung” merupakan unsur “sebagian” yang mewakili keseluruhan tubuh Andi.

“Sebagai seorang sales barang-barang elektronik, ia memilih penjualan dengan gaya pintu ke pintu. Sulit memang tapi katanya hasilnya lebih baik.” Kata “pintu” merupakan unsur sebagian yang mewakili keseluruhan rumah dari pembeli.

Contoh majas sinekdoke totem pro parte antara lain sebagai berikut:

“Indonesia berkompetisi melawan Thailand besok siang, jangan sampai terlewatkan.” Kata “Indonesia” juga “Thailand” menunjuk pada keseluruhan rakyat kedua Negara tersebut meski pada faktanya yang bermain tentu hanya beberapa atlet yang berasal dari Negara tersebut. Hal ini menujukkan pola keselurhan yang menyatakan sebagian.

“Budi yang budiman itu memang idola pemuda”. Kata “pemuda” di sini menujuk semua orang yang berusia muda, meski pada faktanya si Budi ini hanya disukai beberapa pemuda saja.

“Perempuan Korea memang cantik dan rupawan. Tak ada yang meragukan hal tersebut.” Kata “perempuan korea” menunjuk pada seluruh wanita di korea meski pada faktanya tidak semua wanita korea cantik dan rupawan tetapi kata “perempuan korea” ini menunjuk pada sebagian wanita di sana yang cantik.


“Indonesia telah menyetujui kesepakatan mengenai ekspor tebu ke Negara Malaysia.” Kata “Indonesia” ini sini menunjuk pada pemerintah Indonesia, pola ini merupakan keseluruhan yang menyatakan sebagian.

“Anggota legislatif di negeri ini doyan korupsi!” Kata “anggota legislatif” menunjuk pada keseluruhan anggota Dewan perwakilan Rakyat, meski pada faktanya tidak semua dari mereka terbukti koruptor.

“Yogyakarta memang kota yang sangat ramah.” Kata “Yogyakarta” menunjuk pada semua rakyat di kota tersebut meski harus diakui pasti tidak semua manusia di sana ramah pada orang lain.

“Wanita selalu menyukai pria romantic dengan badan atletis.” Kata “wanita” menggambarkan keseluruhan makhluk berjenis kelamin perempuan meski pada faktanya yang dimaksud adalah sebagian, sebab tidak mungkin semua wanita di bumi ini menyukai tipe pria yang sama, bukan?

Mengenal Pengertian Serta Contoh Majas Alegori

contoh majas alegori
Majas merupakan gaya bertutur yang tak biasa. Majas kadang kala diartikan sebagai sebuah gaya bahasa. Hal ini tidak keliru, namun para pakar banyak yang menyatakan bahwa majas hal yang berbeda dari gaya bahasa. Terlepas dari polemik tersebut, majas telah dibagi ke dalam beberapa jenis yang didasarkan pada pola-pola pembentukannya. Salah satunya adalah majas alegori. Majas yang satu ini dimasukkan ke dalam kemlompok majas perbandingan sebab seseorang yang menggunakan majas alegori ini memang bertutur dengan cara membandingkan. Agar lebih jelas, berikut pengertian serta contoh majas alegori yang diurai sebagai berikut.

Pengertian Majas Alegori

Sebelum mengurai contoh majas alegori, penting untuk mengetahu pengertian majas ini sendiri. Majas alegori secara sederhana diartikan sebagai jenis bertutur dengan cara menggambarkan atau mengiaskan sesuatu melalui karakter alam atau apa yang ada di alam. Contoh majas alegori ini antara lain sebagai berikut.


Kehidupan manusia itu layaknya sebuah sungai yang dialiri air. Sebelum mencapai muara dan bertemu air laut, air tersebut harus melewati ragam tempat. Ia bisa menyusuri tebing-tebing, bahkan terkadang jurang. Air sungai tak pernah melawan arus, ia mengalir apa adanya hingga ia pada akhirnya tiba pada muara dimana ia akan lebur menjadi air laut.

Pada contoh majas alegori tersebut di atas, sang penutur hendak menyatakan bahawa hidup sebagai seorang manusia memang tidaklah mudah, kita bisa saja bertemu dengan banyak hal yang tak menyenangkan, tapi sama seperti air sungai kita tak harus melawan. Membiarkan nasib membawa kita adalah hal yang ingin disampaikan oleh penutur dengan menggunakan kiasan “air sungai tak pernah melawan arus yang membawanya kemana saja, baik itu tebing atau jurang sekalipun.” Hidup akan selalu ada muaranya berarti bahwa hidup manusia akan selalu ada akhirnya, dan akhir yang bahagia sama seperti air sungai yang kemudian menjadi air laut.

Contoh majas alegori lainnya sebagai berikut:

Menikah itu seperti mengarungi bahtera rapuh di tengah lautan yang penuh akan riak ombak dan hal menegangkan lainnya. Jika kita tak berhati-hari, bisa salah arah dan tak tahu jalan pulang. Atau, jika kurang kuat, kapal bisa saja hancur lebih diterjang ombak ganas di laut. Menguatkan kapal dan memperbaharui kualitas nahkoda adalah jalan terbaik untuk bertahan.

Pada contoh majas alegori di atas, sanga penutur hendak mengatakan bahwa pernikahan bukanlah hal yang selalu bertemu dengan kebahagian. Ada banyak cobaan yang bisa saja menggoyahkan pernikahan tersebut. Memperbaharui komitmen dan menguatkan diri adalah salah satu cara untuk melanggengkan pernikahan hingga maut menjelang. Kiasan ombak di lautan tersebut mengacu pada cobaan yang menghadang. Ganas namun tetap bisa ditaklukkan jika kita berusaha.

Mengenal Berbagai Contoh Majas Paradoks

Contoh Majas Paradoks
Majas banyak digunakan baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tulisan. Ada banyak jenis majas yang secara umum dibagi ke dalam 4 kelompok yakni: majas penegasan, majas perbandingan, majas sindiran, dan terakhir majas pertentangan. Masing-masing kelompok majas ini memiliki subjenis majas. Salah satu subjenis majas yang paling sering digunakan adalah majas paradoks. Majas ini dikategorikan ke dalam kelompok majas pertentangan. Apa yang dimaksud dengan majas paradoks? Secara sederhana, majas ini merupakan gaya bahasa yang menggunakan dua hal yang berlawanan namun benar. Paradoks merupakan opini atau argumen yang bersilangan dengan apa yang dianggap secara umum oleh orang-orang. Disebut paradoks sebab di satu sisi salah namun di sisi lainnya benar adanya. Di dalam kalimat yang menggunakan majas paradoks ada dua gagasan, dimana yang satunya mengherankan namun yang kedia memberikan kebenaran yang tak bisa dibantah. Meski maknanya bersifat oposisi namun hal ini dipahami sebagai hal yang benar. Untuk memahami jenis majas yang satu ini, berikut kami berikan contoh majas paradoks yang kiranya bisa memberi Anda pemahaman yang lebih mendalam.

Contoh majas paradoks yang pertama:


"Walaupun hatinya panas namun kepalanga harus tetap dingin agar masalah ini bisa terselesaikan dengan benar dan tidak melebar kemana-mana."

Pada kalimat di atas, dalam kalimat tersebut terdapat kata panas dan dingin. Hati dan kepala menunjuk pada satu orang. Di dalam dirinya terdapat dua hal yang oposisi yakni hati yang panas namun kepala yang dingin. Hal inilah yang dikenal dengan gaya bertutur a la majas paradoks.

Contoh majas paradoks lainnya adalah:

Si Ricky itu badannya saja yang besar dan atletis, tapi sebenarnya nyalinya kecil!

Pada contoh majas paradoks di atas, kita menemukan dua kata yang berlawanan dalam satu kalimat yakni “besar dan kecil”. Dia menunjuk pada satu orang yang badannya besar tetapi kecil nyalinya. Hal ini adalah salah satu majas paradoks.

Untuk pamahaman yang lebih jauh, berikut kami berikan contoh majas paradoks lainnya:
  1. Jika kita memperhatikan secara seksama, mata Andi terlihat sunyi tetapi mulutnya ribut betul.
  2. Entah kenapa aku selalu merasa sangat sendiri di tempat yang ramai seperti Jakarta ini.
  3. Perangainya liar tetapi wajahnya terlihat santun.
  4. Meskipun otaknya berpikir cepat tapi tindakannya sangat lambat.
  5. Dalam kasus korupsi tersebut ia terjatuh ke atas dan membuat ia bebas dari ancaman hukuman penjara 5 tahun lamanya.
  6. Andita selalu terlihat tersenyum meskipun hatinya meringis meratapi kekasihnya yang pergi sejak setahun yang lalu.
  7. Cintanya tulus walaupun ia juga menginginkan balasan.
  8. Memang ia artis yang sangat populer dan menjadi idola remaja, wajahnya putih mulus tetapi hatinya hitam!

Senin, 25 Maret 2013

14 Contoh Majas Hiperbola

Contoh Majas Hiperbola
Mungkin banyak di antara kita yang sangat familiar dengan istilah “hiperbola” atau “hiperbolis”. Biasanya istilah ini kita lekatkan pada kawan atau kerabat yang tingkah lakunya berlebihan. Dalam ilmu tata bahasa, istilah hiperbola juga dikenal cukup populer. Ia merupakan nama majas yang cukup umum dijumpai penggunaannya baik itu pada karya fiksi maupun non-fiksi. Majas hiperbola merupakan ungkapan yang “Hyper” atau dibesar-besarkan, dilebih-lebihkan, dengan tujuan atau maksud untuk mendapatkan kesan tertentu. Pada artikel ini akan diberikan beberapa contoh majas hiperbola agar Anda bisa memahami pola yang terbentuk.

Sebelum mengurai contoh majas hiperbola tersebut, perlu kiranya untuk meneliti penggunaan kata dalam kalimat yang menggunakan majas hiperbola. Para pakar menyatakan bahwa dalam majas hiperbola terdapat dua kata atau dalam bentuk lain yang merupakan penanda. Biasanya kata pertama tersembunyi atau implisit sedangkan kata kedua akan menggantikan kata pertama yakni sebuah bentuk kata yang memiliki makna yang jauh melebihi makna kata pertama yang digantikannya. Kadang, kata pertama tersebut muncul secara jelas bersama kata kedua akan tetapi lebih sering juga tersembunyi.


Dalam pola pembentukannya, terkadang majas hiperbola mengambil proses pembentukan majas lainnya seperti majas perumpamaan simile, metafora dan majas lainnya. Akan teta[I dalam hiperbola, hal yang paling penting adalah intensitas makna yang terkesan dilebihkan. Berikut beberapa contoh majas hiperbola yang terdapat dalam kalimat:
  1. Dengan suara yang menggelegar, ia berkata pada anak-anak nakal itu “Pergi kalian dari tempat ini!!”. Kata menggelegar mewakili suara manusia yang impilist atau tersembunyi. Meski tidak ada, namun siapapun tahu yang diwakili kata menggelegar adalah suara manusia. Meggelegar biasanya merupakan suara halilintar dan bukan manusia. Untuk mendapatkan makna yang lebih tinggi, maka kata gelegar dipakai di kalimat tersebut.
  2. Sudah lima tahun lamanya kekasihku pergi entah kemana, namun sedetik pun wajahnya tak pernah lenyap dari pikiran juga ingatanku.
  3. Rania berlari secepat kilat demi menghindari keterlambatan ke sekolah, hari ini ada ulangan kelas, ia harus bergegas!
  4. Kuman yang ada di seberang lautan nampak di matanya sedangkan gajah yang nongkrong di pelupuk matanya tak ia perhatikan.
  5. Gedung-gedung megah di kota metropolitan ini mencapai langit biru.
  6. Negeri ini akan runtuh jika ada banyak orang kikir seperti Anda.
  7. Isu kenaikan harga bahan bakar telah menenggelamkan isu lainnya dalam samudera.
  8. Gemuruh rasa di dadanya tak bisa ditahan lagi.
  9. Kesedihannya telah memuncak dan membuat ia tak sanggup lagi bernapas.
  10. Cinta menyetrum kedua anak muda itu sehingga mereka kehilangan kendali.
  11. Tangan beton dan semangat bajanya telah menjadikan ia pribadi yang sukses dalam hal harta.
  12. Hati emasnya membuat ia banyak disayangi ibu-ibu di kompleks perumahan ini.
  13. Wajahnya teduhnya menghangatkan hati semua orang yang memandangnya.
  14. Perangainya buas, tak heran jika banyak yang menjauhinya.
Masih ada banyak contoh majas hiperbola lainnya yang bisa ditemukan baik pada itu pada novel, roman, cerpen, cerbung, puisi dan juga buku non-fiksi lainnya. Majas ini termasuk jenis majas yang paling populer dan banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari terutama dalam hal berbahasa.